Archive for Movies & Drama

Sherlock

This is one of the best serial ever watched,

The baker street boys, Sherlock and John

picture above is taken from: http://seriable.com/sherlock-new-series-2-images-tease-belgravia-hounds-the-reichenbach-fall/

Gimana ga the best, BBC yang memproduksi serial ini benar2 mampu menghadirkan sosok seorang Sherlock Holmes di dunia modern, pake gadget,  iphone yang brand nya disamarkan tentunya:D, laptop, website, and any other modern stuff tanpa kehilangan cita rasa orisinil Sherlock Holmes sendiri (yg ini sotoy, secara males baca novelnya :D ) I highly recommend to you all this serial.

Well, so far BBC dah nelurin 2 sesi dari serial Sherlock. Rating yang sesi 1 di IMDB aja 9,1. Wow i wonder that this rating must be owned by a great movie, dan setelah nonton eh beneran deh ga heran kl di rate 9,1 haha.  Yang sesi 2 kayaknya lum dirate di IMDB secara baru pertengahan Januari 2012 kemaren serial Sherlock sesi 2 baru kelar ditayangain di BBC Inggris, cmiiw, tayangan episode perdana sesi 2 aja pas malam tahun baru kl ga salah. Kalau sy pribadi sih ngasih rate buat sesi 2 ini dengan 9 stars mendekati 10 stars deeh \^_^/

Session one dan session two serial Sherlock masing2 terdiri dari 3 episode, the summary of the story from each episodes can be seen here, hehe males berkata2 karena to be honest, this serial is definitely a great work, until I’m speechless ( lebay =) wkwkw ) . well done deh buat yang nulis skrip, ide cerita, co-creator nya, sama director nya, sapa aja deh yg punya andil dalam pembuatan serial ini, aktor, aktris nya,  dan yang pasti buat Benedict Cumberbatch dong, as Sherlock Holmes yang sangat menyakinkan aktingnya, well i think he is a talented actor. This serial is definitely a reborn of the work from Sir Arthur Conan Doyle.

Dari sekian episode2 dari sesi 1 mpe sesi 2, my fave episode is Reichenbach Fall. Yes, this is the last episode of session two, abis nonton episode yang satu ini, sy bnr2 mikir gimana tuh Sherlock did a trick for his fake death? abis nonton malah ambil hp, dan sibuk browse ttg teori fake death Sherlock, yeah dan seperti dugaan para fans2 serial ini di luar sana ternyata dah nyerocos abis2an lewat site maupun fan page ttg perkiraan mereka mengenai trik yg digunakan Sherlock dalam fake death nya ;) . Selain itu, sy browse juga ttg kapankah sesi 3 bakal tayang. Dah seneng aja deh, pas Sherlock co-creator Steven Moffats ini ngasih tau di twitnya kl yes, indeed there will be session 3 hahaa. And I am here looking forward to it hihi:D

Leave a Comment

Antara Karei Naru Ichizoku dan Polemik susu Formula???

Karei Naru Ichizoku (Eng: The Grand Family), sebuah dorama Japan yg dibuat berdasarkan novel, mengambil setting tahun 1960an, berkisah ttg perjuangan seorang pengusaha baja yang bercita-cita menghasilkan produk baja yang berkualitas tinggi di tengah kesulitan keuangan yang dihadapinya sbg imbas dari kondisi Jepang yang saat itu menghadapi resesi ekonomi. Pemikiran ‘pencilan’ yang aneh, saat resesi ekonomi malah ingin membuat produk industri berkualitas tinggi, modal dari mana? Argumentasinya sederhana, menurut si pengusaha baja, produk yang berkualitas tinggi lah yang akan menyelamatkan Jepang dari resesi ekonomi karena produk yang bagus akan meningkatkan minat investor asing utk berinvestasi. Investasi2 ini lah yang akan mengingkatkan pertumbuhan ekonomi, bank2 akan tumbuh pesat dan mengurangi kredit macet, membuka lapangan kerja, mensejahterakan masyarakat, sehingga akan menjadikan Jepang sbg negara maju yang tadinya adl negara berkembang.

 

Memang sih cerita ini hanyalah sebuah novel, tapi apakah memang seperti ini cara pikir pengusaha2 Jepang saat menghadapi kesulitan ekonomi global dari dulu sampai sekarang? Pantes deh Jepang maju kalau pengusahanya punya pola pikir ok banget kayak gini. Pola pikir yang sangat berkelanjutan, dengan asumsi kalau walaupun produk yang berkualitas dibuat dengan biaya yang sangat besar tapi feedback-nya adalah sebuah kepercayaan yang besar dari masyarakat dan konsumen, kepercayaan yang membawa keuntungan berkali lipat dibanding dg biaya produksi awal. Karena kepercayaan dari pelanggan utk menggunakan produknya adalah tujuan final.

 

Trus, bagaimana dengan kepercayaan ibu2 pada susu formula yang saat ini tengah diragukan ke-sterilannya dari Enterobacter sakazakii?? Semoga saja para pengusaha susu ataupun importir susu di Indonesia menyadari kalau pada akhirnya produk susu yang berkualitas tinggi dan yang terbukti baiklah yang akan laris di pasaran. Jangan sampai ada ide untuk mengambil jalan pintas, mengeluarkan biaya seminimnya untuk mencapai keuntungan semaksimal mungkin. Masyarakat saat ini telah cukup kritis untuk memilih produk mana yang aman atau tidak untuk dikonsumsi. Ga ada salahnya kan bagi para pengusaha untuk mengeluarkan biaya produksi lebih utk menghasilkan produk susu yang sehat dan steril dr bakteri, toh keuntungannya juga akan berkali lipat, yang penting kan kepercayaan dari konsumen.

  

Leave a Comment

Another science fiction on the movie

This was my second time watching ‘Mary Shelley’s Frankestain’ on tv last Thursday . Film bagus emang ga ngebosensin! Robert De Niro deh kalau ga salah yang main…lupa :) . Menurutku genre nya adalah science fiction, yaah science fiction biasanya memang menampilkan sesuatu yang ga biasa, although sometimes ‘ga biasa’ –nya itu makes sense or not at all. Film ini sempat jadi bahan diskusi antara aku dan beberapa teman SMA-ku dulu. Waktu itu teman2ku bilang, “yang keren itu, kok bisa yaah si manusia yang telah ‘dibangitkan’ dari matinya bisa punya feeling buat ngerasain sedih, senang, ada keinginan, hasrat, kebutuhan, dan bisa mengingat sedikit dari apa yang pernah dialaminya di masa hidupnya yg sesungguhnya…padahal sebenarnya kan jiwanya udah mati, yang hidup itu hanya organ2 tubuhnya aja?”…Yaah namanya juga film, ada yang masuk akal ada yang enggak :) . 

Di film ini, diceritakan gimana seorang Frankstain percaya kalau makhluk hidup yang telah mati (barusan mati) bisa dihidupkan kembali dengan bantuan petir/halilintar. Obsesinya untuk bisa menghidupkan orang mati benar2 membuatnya menjadi ‘the Freak Scientist’ ever. Sampai akhirnya dia menerima akibat perbuatannya saat si manusia ekperimen yang telah ‘dihidupkan’-nya menuntut seorang pasangan hidup yaitu seorang perempuan mati yang juga ‘dihidupkan’. Karena keinginannya tak dipenuhi, si manusia ekperimen itu membunuh adik dan istri Frankestain.

Film yang berasal dari novel karangan penulis Inggris, Mary Shelley dan dirilis tahun 1818 ini berakhir dengan tragis. In the end, Frankstain juga mati, akibat perbuatannya sendiri.     

Yaah begitulah akibat kalau ilmu tak disertai dengan pemahaman agama.

Leave a Comment

50 First date, adakah?

Udah dua kali nonton 50 First date, bukan karena Adam Sandler dan Drew Barrymore, no no no no no…dua bintang ini are not my fave at all. Yang buat bagus yaitu jalan ceritanya, di sini diceritain gimana seorang dokter hewan playboy (Adam Sandler) bisa jatuh cinta setengah mati alias ‘drop dead love’ sama seorang gadis sederhana (Drew Barrymore) yg punya sakit ingatan, di mana ingatannya cuma bisa bertahan satu hari saja, bayangin gimana repotnya si dokter utk membuat gadis tsb ingat padanya, dan hal ini berlangsung setiap hari sampai mereka punya anak…(jd ceritanya happy ending:) )
Inti dan hikmah dari film ini adalah…cinta itu butuh pengorbanan dan perjuangan, seperti pengorbanan si dokter utk membuat gadis yg dicintainya selalu mengingatnya. Pengorbanan cinta di film ini ga seperti cerita cinta di film2 lainnya. Tapi ada satu hal yg buat sangsi, emangnya ada yang mau berkorban layaknya pengorbanan Adam Sandler utk Drew Barrymore kayak di film ini? I doubt

Comments (4)

Older Posts »
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 748 other followers